DIA PENJAWAB SEMUA TANYA
Aku mencintaimu
Seperti mendung yang setia pada hujan
Seperti terik yang setia pada panas
Seperti angin yang setia pada kesejukan
Aku mencintaimu
Sebelum aku bisa menafsirkan
Pengertian rasa yang halus menembus naluri
Sesaat,
Menimbulkan keresahan
Tanpa bisa terkendali
Satu waktu,
Ada ketakutan
Perasaan ini hanya ilusi
Yang datang dari nafsu tak bertepi
Gamang untuk membaca
Arti rasaku untukmu
Begitu malu mengaku
Aku tertatih menyebut namamu dengan getar rindu
Tuhanku,
Bagaimana bisa aku menghindar
Dari gradasi pesonanya
Bagaimana aku bisa lenyap
Dari gumpal bayangannya
Bagaimana aku bisa menjauh
Dari cakrawala keindahannya
Sejauh jarak yang kau bentangkan diantara aku dan dia
Hanya sejengkal,
Ku dapat mengetahui hadirnya
Menangkap garutan ekspresi
Yang terlukiskan dalam wajah teduh itu
Tuhanku,
Bagaimana pula dia padaku
Mungkinkah tak ubahnya sepertiku
Senantiasa bergelayut kegundahan yang menggebu
Tak ada detik kedamaian
Tiada gudang kenyamanan
Semua hambar dan kelam
Ketika perangkap cemburu
Nyaris membungkam melodi nafas
Yang memutus sambungkan nyawaku
Aku masih manusia biasa
Yang tak mau jadi wanita
Hanya bersandar dipunggung pria
Namun tak berarti tak butuh lelaki
Untuk jadi imam yang hakiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar